Fenomena Gofood Hemat & Gofood Reguler, Apa Perbedaanya?

Beberapa bulan terakhir, Gojek mengeluarkan inovasi terbaru dalam layanan gofood. Kalau teman-teman lihat, saat setelah memilih menu makanan pada resto yang dipilih. Akan muncul 2 pilihan ongkir yaitu gofood reguler dan gofood hemat. 

2 pilihan tersebut ada pembedanya, kalau hemat ongkirnya jauh lebih murah. kalau reguler ongkirnya seperti pada umumnya.

Perbedaan Gofood Hemat & Reguler

dari sini apa yang jadi pembeda? yaitu estimasi makanan tiba, hemat dibuat lebih lama sampai, reguler dibuat normal seperti biasanya. kalau lagi hoki, keduanya ini nggak ada pembedanya teman-teman, sama aja hanya selisih dikit sama reguler.

Tapi giliran kena apesnya, untuk ongkir hemat, resto dikasih waktu kurang lebih 30 menitan untuk menyiapkan makanan, kemudian server baru mencarikan driver mana yang akan dipilih untuk mengantar.

Kelemahannya hemat disini, resto itu sebenarnya sudah diberi notifikasi untuk menyiapkan makanan hingga waktu tertentu. dalam hal ini hemat diberi waktu 30 menitan, namun karena resto tidak ingin tergesa² akhirnya menyiapkan makanan dari awal. singkat cerita, dalam waktu 10 menit resto tersebut berhasil menyiapkan makanannya, sedangkan di aplikasi masih ada selisih 20 menitan, artinya  aplikasi akan mencarikan driver dalam waktu 20 menit, masih ada jeda yang lama untuk mendapatkan driver. Dengan jeda sebegitu lamanya, tentu makanan jadi adem dong?

Kalau reguler, resto diberi waktu 10 menit, untuk mencarikan driver.

imbasnya saya sebagai driver, sedih juga ini kalau dapetnya customer yang gak paham alur kerja gofood. 

Alurnya seperti ini:
1. Customer order, resto dapat notifikasi order. 
2. Resto menyiapkan makanan
3. Resto diberikan jeda 10 menit (reguler) & 30 menitan (untuk hemat)
4. Ketika waktu jeda tersebut habis, sistem baru mencarikan driver.
5. driver tinggal pickup.

Keresahan saya disini jika sebagai driver, customer yang tidak tahu sistem, akan memberikan bintang 1 kepada driver. alhasil bisa mempengaruhi potensi mendapatkan order. 

Terakhir kali mengantar gofood hemat, raut muka customer terlihat sangat sebal karena lama menunggu. Untungnya customer bertanya "mas kok lama ya", jadi sempet saya jelasin bagaimana alur kerja gofood yang baru ini. Yang dikhawatirkan itu ketika customer sudah melihatkan raut wajahnya, tapi tidak bertanya. Auto wassalam, potensi bintang 1 tinggi itu.

Belum lagi jika customer laporan ke customer service, driver dapat sanksi, akibatnya akunnya kayak penyakitan, kayak bayi baru lahir. hari-hari nggak dapat order sama sekali dan bertahan cukup lama (sampai bulanan).

Nelangsa teman-teman, sangat nelangsa, pernah jadi korban dan melihat teman yang kena pelanggaran seperti itu juga, nangis. 1 hari penuh duduk di warkop melihat kawan-kawannya riwa riwi mengambil orderan, dia sendiri di pojokan, pagi siang sore seringkali saya tanyakan, dan hasilnya zonk. 

Kerugian Gofood Hemat di Mata Resto 


Nah itu kalau di sudut pandang driver, bagaimana kalau sudut pandang resto yang belum tahu sistem hemat? resto menyiapkan awal-awal, sedangkan jeda hemat masih sangat lama.

Yang terjadi apa? makanan yang anget-anget jadi dingin, yang minuman keburu esnya mencair. Penyebabnya ya karena baru mendapatkan driver dalam waktu yang sangat lama (30 menitan). 

Untuk resto yang paham sistem oke, tapi potensi bintang 1 melayang juga ada jika customernya yang tidak mengetahui sistemnya.

Apakah di Customer Ada Sistem Rating Reputasi? 

ada, di aplikasi driver diberikan, biasanya kalau customernya rewel keliatan dari bintangnya, hasil akumulasi penilaian driver. Tapi sayangnya nggak ada punishmen untuk customer yang model begini ini, Perusahaan sayang mereka. ya masa sih perusahaan mau ngusir mereka, kan customer adalah raja, bagaimanapun karakternya.

Kesimpulan

Sebenarnya inovasi gofood ini bagus, untuk orang-orang yang mengerti saja.

Namun fakta di lapangan mengatakan tidak, tidak banyak orang yang tahu. Sehingga bisa menimbulkan kerugian pada masing-masing lini.

embel-embel hemat cukup memikat, namun lagi-lagi biaya layanan dan jasanya cukup tinggi, jatuhnya impas aja permainan Gojek Indonesia ini, cukup tricky.

Saya sebagai pemain gofood, tidak ingin layanan hemat ini ada. Sebabnya resiko di lapangan masih sangat tinggi. Mending yang reguler dulu aja, diberi trik yang lain biar customer jatuh cinta, bukan malah kayak makan buah simalakama.

Pingin customer loyal, eh malah pergi.

ibarat krupuk dipangan panda, remuk nda.


Gitu aja deh keresahan saya hari ini, koreksi jika saya salah, lewat kolom komentar yang tersedia.

Komentar